Ekek geling jawa berat badan

Populasi burung endemis Jawa bagian barat ini kini diperkirakan kurang dari individu. Burung endemik Jawa Barat ini menjadi salah satu binatang langka Indonesia.

Cara melestarikannya hanya satu; memberi kesempatan hewan langka ini hidup dan berkembang di habitatnya yang alami. BirdingASIA Populasinya diperkirakan selalu menurun dan berkisar antara ekor dewasa birdlife. Menurut Bas van Balen, seorang ahli ornitologi pakar burung asal Belanda, pemisahan ekek geling ini didasarkan atas hasil studi terhadap perbedaan suara, morfologi, dan variasi bulu anak jenis ekek geling yang ada di Jawa dan Kalimantan tersebut.

Saat itulah pria yang sudah bertahun-tahun memandu pengamat burung dari seluruh dunia ini mulai bercerita tentang Ekek-geling Jawa, burung yang dia temui di Gunung Halimun Salak beberapa waktu yang lalu. Burung ini tercatat pertama kali di Sukabumi pada dan terakhir kali di hutan sekitar Bandung pada Sayap lebih luas dan panjang dengan motif yang kurang jelas, matanya merah, bagian tungkai lebih panjang dan paruhnya panjang serta berwarna merah.

Meski terlihat mirip, ekek-geling jawa dapat dibedakan dari paruhnya yang lebih panjang dan iris mata yang berwarna cokelat. Kandangnya cukup besar, mengimbangi ukuran si Ekek-geling yang bisa dibilang cukup besar.

Lima variasi suara burung ekek-geling untuk masteran

Berbeda dengan kerabatnya ekek-geling kalimantan Cissa jeffreyimaka ekek-geling jawa memiliki paruh yang lebih panjang, keduanya pun memilik suara yang berbeda. Hal tersebut dapat disebabkan dengan adanya penebangan hutan secara liar deforestationnamun dalam satu decade trakhir penangkapan burung untuk dijual pada pasar menjadi ancaman utama untuk populasi burung ini.

Spesies ini dikenal para kicaumania sebagai burung masteran, karena mempunyai suara kicauan yang kasar dan tajam. Populasi dan Konservasi.

Helm Identification Guides Crows and Jays. Namun hipotesis saya ini juga belum kuat, karena bisa jadi warna biru tersebut muncul akibat burung ini karena burung ini memang tidak laku dan dibiarkan lama di dalam kandang.

Suara kicauan keduanya pun sangat berbeda.

Si Paruh Gincu Ekek-Geling Jawa, Endemis Jawa yang Kritis

Ekek-geling jawa Cissa thalassina Ekek-geling kalimantan Cissa jeffreyi Keduanya sempat dianggap sebagai satu spesies yang sama. Iris mata berwarna coklat dan ekornya pendek.

Ekek-geling Jawa yang didapatkan oleh tim dari Chester Zoo. Sayang seribu sayang, saya hanya melihat burung ini di balik kandang bambu yang tergantung cukup tinggi. Ironisnya, ekek-geling Jawa justru kerap dijumpai di dalam sangkar meski sangat langka di alam.

Hal ini menunjukan bahwa burung yang kami jumpai sudah cukup lama ditangkap dan dikurung di dalam kandang, sementara Ekek-geling yang baru ditangkap di alam akan berwarna hijau pastel seperti yang dijelaskan oleh McKinnon dkk.

Ekek geling jawa

Ya, mari berharap semoga program ini berhasil dan mampu mengembalikan si paruh gincu ini ke alamnya. Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia Burung Indonesia mencatat, jumlah jenis burung terancam punah tahun sebanyak jenis.

Ekek-Geling Jawa, Burung Endemik Jawa Barat Yang Terancam Punah

Makanan[ sunting sunting sumber ] Ekek geling jawa memiliki nama lama Hunting Cissa, nama tersebut sangat sesuai mendeskripsikan sifatnya yang rakus di alam.

Nasib kedua jenis burung ini pun sangat berbeda. Namun selebihnya burung ini cukup sulit ditemui bukan hanya karena mulai langka namun warna bulunya pun kerap menyamarkannya di sela-sela dedaunan di hutan.

Dan ya, saya membayangkan bahwa suatu hari nanti, saya bisa melihatnya langsung di alam—sesuatu yang dapat membuat saya bersorak kencang: Warna biru pada burung yang saya temui menunjukan bahwa burung ini cukup lama berada di dalam kandang.

Warna iris inilah yang meyakinkan saya bahwa burung yang kami lihat adalah si Ekek-geling Jawa, si gincu merah endemik jawa yang sangat terancam punah!

Kisah Ekek-geling Jawa, Si Paruh Gincu di Pasar Burung Yogyakarta

Ketika saya pulang dari PASTY di hari itu, saya mengupdate status facebook berisi jenis-jenis yang saya temui di pasar. Burung yang hidup di Jawa kemudian disebut sebagai ekek-geling Jawa Cissa thalassina sedangkan yang mendiami Kalimantan dinamai ekek-geling Borneo Cissa jefferyi.

Produktivitas genus ini di dalam penangkaran sangat rendah, dan kemungkinan pasangan untuk bersarang juga kecil.Ekek geling Kalimantan memiliki iris mata yang berwarna putih, sedangkan ekek geling Jawa yang berukuran 32 cm didominasi warna hijau, berekor pendek, bersetrip mata hitam dengan iris coklat.

Secara umum, kebiasaan burung ini adalah terbang dalam kelompok kecil dan memburu serangga di 5/5(1). Pulau Jawa memang menjadi habitat untuk beberapa spesies burung endemik.

Akan tetapi beberapa jenis burung endemik ini sudah terancam punah. Misalnya saja seperti burung ekek geling, elang jawa, dan juga burung murai lawsonforstatesenate.com: Supriyadi. Sekilas tentang Ekek-geling Jawa, burung ini merupakan burung endemik Jawa yang sebarannya dipercaya terbatas di bagian barat.

Sebelumnya, burung ini dianggap sejenis dengan Ekek-geling Kalimantan dalam nama Cissa thalassina, hingga Bas van Ballen dkk () mendeskripsikan ras Kalimantan jefferyi dan ras Jawa thalassina sebagai jenis yang terpisah.

· Populasi burung endemis Jawa bagian barat ini kini diperkirakan kurang dari individu. Ironisnya, ekek-geling Jawa justru kerap dijumpai di dalam sangkar meski sangat langka di Author: Kids Champion.

Ekek-geling jawa termasuk burung endemik di wilayah barat Pulau Jawa. Spesies ini dikenal para kicaumania sebagai burung masteran, karena mempunyai suara kicauan yang kasar dan tajam.

Spesies ini dikenal para kicaumania sebagai burung masteran, karena. Ironisnya, ekek-geling Jawa justru kerap dijumpai di dalam sangkar meski sangat langka di alam.

Sejakjenis burung pemakan serangga ini hanya tercatat di empat lokasi di Jawa yaitu Taman Nasional Merapi, Taman Nasional Halimun Salak, Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango dan hutan sekitar Bandung Selatan.

Ekek geling jawa berat badan
Rated 4/5 based on 46 review